Menyibak Tabir Rona kehidupan
Menyibak Tabir Rona kehidupan
Setiap peristiwa selalu ada makna yang terkandug didalamnya, kadang manusia yang belum mampu membuka tabir yang menutupinya. Sehingga belum bisa menatap dengan nyata apa makna yang ada padanya.
Kesulitan yang disandangnya kadang membuat hati meronta bagi yang belum bisa menerima nikmat yang dipeluknya, hingga keiginan dan harapan atas pemikiran yang dimilikinya. Ia lupa menengok lebih jauh tangan yang kuasa ikut mengatur dan menentukannya.
Mengapa Alloh membuat orang yang tidak pandai itu menjadi kaya dan sempat mempekerjakan orang yang pandai menjadi karyawannya. Dan mengapa Alloh menjadikan orang yang pandai itu tidak djadikan kaya justru dijadikan karyawan bagi orang yang tidak pandai.
Mengapa petani yang gigih mengolah tanah, bercocok tanam memupuk dan memelihara dengan prosedur yang pas dan tepat akan tetapi hasil yang dipetiknya jauh dari ukuran standar operasional
Disudut lain ada petani yang mengerjakan ladangnya biasa-biasa saja justru hasilnya melimpah ruah ditopang dngan harga jual yang melambung tinggi hingga terlabeli orang kaya mendadak.
Sebagian lagi ada petani yang berilmu tinggi, diterapkannya ilmu sesuai prosedur hingga akhirnya membuahkan hasil yang cemerlang. Hasil panen maksimal, tanpa cacat, lepas dari hama, namun realita beda dengan hasrat yang diinginkannya, harga jual merosot tajam hingga hasil panen tak laku sama sekali, barang melimpah ruah dipasaran.
Inilah rona-rona kehidupan, pelik pilu silih berganti, kadang akal tidak menjangkau, kadang akal pula melampaui. Tidak semua harapaan jadi kenyataan, begitu pula tidak semua kenyataan berawal dari sebuah harapan.
Perlu kiranya mengasah ketajaman fikir dan dzikir, meruncingkan mata batin agar apa yang tampak dihadapan diri semua mengandung arti dan kita bisa memahami dengan jeli.
Diatas langit ada langit, begitulah pepatah mengatakan, hingga tersibak bahwa kepandaian itu tidak semata mata menjadikan kekayaan datang, dan kebodohan itu menjauhkan dari kekayaan mendekatkan dari kemiskinan, akan tetapi Tangan Tuhan ikut memwarnainya.
Pada hakekatnya kaya dan miskin iu ada ditangan Alloh, jika Alloh berkehendak menjadikan kaya seseorang dengan hitungan detikpun jadi kaya, begitu pula sebaliknya jika Alloh berkehendak menjadikan miskin seseorang dengan hitungan detikpun akan jadi miskin.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Alloh. Kaya, miskin, pandai, bodoh itu yang menjadikan adalah Alloh, sedang manusia hanya wajib ihtiyar sesuai syareat.
Hati damai, nafas lega, mata berbinar, dada lapang, fikiran jernih, senyum manis menyibak suasana hingga terasa bahagia mengarungi bahtera dunia yang penuh rona dan fana.
Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah dan dengan Agama hidup menjadi syahdu dan bermakna. Semoga Alloh melingkarkan cincin KasihNya kepada kita semua. Aamiin.
Sragen, 24 September 2021.
Hidupku...
BalasHapusHidupmu...
Hidup kita tak akan pernah sama....
Meskipun demikian
Aku, kamu, dan kita
Sama-sama hidup...
Sebaik2 umat adalah yang bermanfaat untuk sesama...
Sudah menjadi Qodarullah bahwa manusia penuh ketidaksempurnaan, karena kesempurnaan adalah milik Tuhan, Allah Yang Maha Sempurna. Sang Khaliq-pun tidak menuntut kita menjadi manusia sempurna.
BalasHapusYang Allah SWT ciptakan adalah keseimbangan, bagaimana si Pintar bisa menjadi karyawan bagi si Bodoh itu menandakan bahwa sesungguhnya yang pintar tetap memiliki keterbatasan dan yang bodoh pasti juga meiliki kepintaran.