Mie Godog
MIE GODOG
Ragam kuliner di setiap saat silih berganti memadati deretan zona khas sajian nusantara, dari makanan tradisional hingga modern. Keaneka variatif olahan menambah selera goyangan lidah, memicu semangat untuk mencoba dan merasa akan nikmatnya sajian yang tersedia. Sejalan perkembangan waktu metode dan cara memasak lambat laun mengalami kemajuan yang pesat, hingga kini sudah tidak asing lagi dengan istilah makanan siap saji. Hanya membutuhkan waktu singkat, cepat dan tepat makanansiap untuk disantap. Dari tua, hingga anak-anak sudah mengenal dengan dekat sajian “Mie Godog”, apalagi kawula muda sangat gandrung dan spesialis terhadap varian Mie, termasuk Mie Godog. Aroma khas pembangkit selera bagi siapa yang menghirupnya tak akan berpaling sedikitpun untuk segera memncicipi. Disamping aroma rasa yang khas membuat pemikat hingga selalu dan selalu untuk makan disetiap waktu, simpel meraciknya, mudah membuatnya, cepat mengolahnya, siapa saja pasti bisa. Mie Godog merupakan hidangan yang cocok disantap untuk keluarga, disuka anak-anak dan selera bagi kawula muda. Kongko-kongko bersanding Mie Godog distuasi udara sejuk dingin menambah semangat selera jiwa mudanya, meningkatkan gairah, berfikir semakin cerah bak dunia hanya miliknya. Sederet propaganda Produk Mie mampu menembus diseluruh penjuru dunia, siapa sih yang tidak mengenal Mie, negara manasih yang tak ada sajian Mie, makanan siap saji yang cocok dimakan kapanpun dimanapun saat apapun, tak membedakan strata hampir seluruh lapisan masyarakat akrap dengannya. Dibalik kelezatan Mie Godog, jika berlebihan mengkomsumsi akan berdampak buruk bagi kesehatan. Mie mengenyangkan tapi tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Ada 5 efek buruk mie instan bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara terus-menerus.
1. Mengganggu pencernaan
Kurangi makan mie atur tenggang waktu 2 hingga 3 hari atau tidak mengonsumsi. Senyawa kimia propelene glycol, serta pengawet dan pewarna terkandung dalam mie dapat menyebabkan sembelit. Kandungan lilin pada mie instan juga akan merusak sistem kerja pencernaan, karena setelah memakannya baru bisa dicerna oleh tubuh dalam waktu minimal 2 hari.
2. Menyebabkan obesitas
Memakan mie instan mengenyangkan, namun setelah beberapa jam akan merasa lapar. Mie instan mengandung karbohidrat yang tinggi setara dengan nasi, cenderung membuat makan beberapa kali lipat. Asupan mie instan jika dikaitkan dengan turunnya kadar vitamin D dalam darah yang adanya hubungan erat pada obesitas.
3. Berisiko untuk kesehatan janin jika sedang hamil
Yang hamil seyogyanya tidak mengonsumsi, sebab kandungan bumbu dan pengawet pada mie instan dapat memengaruhi perkembangan janin. Sementara sel-sel tubuh pada janin masih belum utuh, lebih mudah terpengaruh terhadap rangsangan zat kimia. Senyawa-senyawa kimia berbahaya yang terdapat pada mie instan berpotensi buruk terhadap kehamilan.
4. Menyebabkan kanker
Mie instan dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat. Sementara TBHQ, BHA, MSG dan bahan pengawet yang terlalu banyak pada mie instan berefek menyebabkan kanker.
5. Tekanan darah tinggi
Mie instan memiliki kadar garam sangat tinggi, tidak baik jika terlalu sering memakannya. Tekanan darah normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg, zat kimia mie instan memicu tekanan darah tinggi, bisa terjadi pembuluh darah rusak dan jantung lemah. Kalau pun harus mengonsumsi, agar menyehatkan tambahkan sayuran atau telur pada saat memasaknya.
Menjaga kesehatan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan, apalagi di era pandemi Covid-19 ini. Mempertahankan kondisi tubuh sehat merupakan bagian dari ibadah, baik dari sisi sunah agar terhindar dari sebaran virus corona, memenuhi kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat tidak mudah tertular virus serta kuat dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Allah mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Wujud rasa syukur kepada Allah telah memberi karunia nikmat tubuh sehat maka wajib dijaga dan dirawat.
Merawat tubuh agar sehat diantaranya dengan, makan Allah berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-A’raf : 31] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَات يُقِمْنَ صُلْبَهُ ، فَإِنْ كَانَ لا مَحَالَةَ ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ (رواه الترمذي، رقم 2380، وابن ماجه، رقم 3349، وصححه الألباني في صحيح الترمذي، رقم 1939)
“Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya. (HR. Tirmizi, no. 2380, Ibnu Majah, no. 3349, dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab shahih Tirmizi, no. 1939) Berlebih-lebihan dalam makanan dan minuman mengandung banyak keburukan.
Nah…sekarang tahukan…makan tidak hanya sekedar makan, makan tidak hanya menuruti selera lidah dan perut belaka, lebih dari itu makan sehat adalah makan makanan yang bergizi terhindar dari zat kimia yang membahayakan tubuh, dan halal serta cara memakan tidak berlebihan. Sebagaimana petunjuk Alloh dalam surat al A’raf ayat 31, dan Hadist Nabi Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah.
“Makan Ketupat bersanding roti, Makan yang sehat ikuti petunjuk Ilahi Robbi”
Sragentina, 2 Agustus 2021

Wah jdi tahu banyak nih seluk beluk mie yang memang saya hoby makan mie godok, terimakasih pak Ali tulisannya semoga bermanfaat bagi sesama amin3
BalasHapusSangat berguna, jadi tau bahaya mie instan
BalasHapusInformasi yang perlu dibagi kepada penggemar mi instant.
BalasHapusTerima kasih
BalasHapusEiiiitttt......yang ini menu favorit anak-anak ketika simbok-e g masak.....
BalasHapusMalah mereka senang bilang: " Gak usah masak, Maaakkkkk"
he...he...he...